" M E & Y O U "

flaw

Hai Welcome Here


" I would rather wear flowers in my hair than diamonds around my neck "

We can chatting here

<





Kenapa ...}
Saturday, 17 August 2013 | 06:40 | 0Comment

ketika hati disakiti :')

ketika hati tersakiti , ada tiga prses yang tak semua orang tahu . Ternyata *memaafkan* dan *sembuh dari sakit hati* itu  adalah dua hal yang berbeza . Lalu dengan *kembali seperti semula*,menjadi tiga hal .

Memaafkan itu harus, wajib bagi orang-orang yang beriman pada Tuhan Yang Maha Pemaaf. Boleh dicakapkan secara kasarnya, "Tuhan sahaja memaafkan, masa manusia tidak. Sombong sangat..." Tapi mungkin kata-kata ini dapat dibalik juga oleh manusia yg sombong: "Tidak semudah  itu aku sanggup memaafkan!Mungkin aku Tuhan!"

Yah, dua sikap itu boleh terjadi kepada manusia normal, tergantung kepada kekuatan sakit hatinya. Sikap kedua mungkin lebih mudah dihindari oleh kaum sufi, yang sungguh membuat iri diriku dan siapapun yang masih merasa tergolong 'rakyat jelata', yang keimanan dan ketaqwaannya masih naik turun Gunung Semeru (kenapa pula Semeru??). Dengan demikian, solusi untuk masalah yang satu ini jelas: tingkatkan iman dan taqwa

Sembuh dari sakit hati itu kebiasanya boleh, hanya saja waktu perolehannya bervariasi. Ada yang dalam sejam boleh  sembuh, ada yang baru sanggup seabad kemudian. Sungguh beruntung orang-orang yang tergolong tipe pertama. Hidup tidak pernah susah. Orang-orang ini sejak lahir sudah beruntung, atau baru-baru saja. Entahlah. Tapi yang jelas, mereka tergolong manusia-manusia yang bersyukur.

Bersyukur? Ini juga boleh dikatakan mudah. Cuba bayangkan hal yang paling buruk yang tak pernah kita inginkan terjadi. Yakin, tak sepatah kata pun selain syukur meluncur dari mulutmu?

 Lupakan. Kita takkan pernah tahu kekuatan itu, sampai musibah itu benar-benar terjadi. Dan saat semua itu terlewati dengan luka yang telah menutup, barulah kita tahu: kita sudah sembuh. Dan itu berarti selamat, karena kita sudah mampu masuk dalam golongan yang beruntung itu: manusia-manusia penuh rasa syukur.

Kembali seperti semula....nah, ini yang belum tentu. Mungkin lebih baik tidak, demi kemudahan memaafkan dan kelancaran proses penyembuhan si sakit hati. Bukankah satu hubungan yang begitu menguras energ jiwa dan raga demi menjaganya dan lebih dekat pada maksiat itu tidak lebih baik daripada menghindari hubungan tersebut demi kebaikan dunia akhirat bagi masing-masing pihak? Dengan demikian, memaklumi dan menghormati pilihan sikap setiap orang dalam mengatasi urusan perasaannya mungkin merupakan keputusan terbijak.


Rasa sakit hati karena disakiti itu tidak selesa, Tapi, pernahkah terpikir? Lebih tak selesa lagi untuk yang menyakiti kemudian menyesal,pasti selalu ingin memutar balik waktu! Kerana itu, kita memaafkan dan segera sembuh adalah satu wujud jelas terhadap orang-orang yang telanjur menyakiti..terutama yang tak sengaja dan sesungguhnya menyayangi kita.

Yang bingung atau terkejut dengan pemikiran ini mungkin akhlaknya seindah malaikat, ya. Maklum, ini terpikir yang jelas sering juga khilaf menyakiti perasaan orang. Dan kalau meningat-ingat apa yg kulakukan itu, dibandingkan dengan rasa jika jadi yang disakiti,lebih baik memilih yang kedua. Serius.

Rasa tersiksa kerana menyesal telah menyakiti itu tak boleh dihapus, kecuali memutar balik waktu, kembali ke masa lalu. Mustahil, kan. Pada halnya dengan rasa tersiksa kerana disakiti yang sesungguhnya adalah kuasa orang yang tersakiti itu. Dan secara moral jelas, kedudukan orang terdzhalimi itu lebih tinggi.

Pada khusus tertentu, ternyata proses di atas boleh dialami secara terbalik demi kebaikan dunia akhirat, demi cinta tak bersyarat pada yang menyakiti, separah apapun luka yang ia timbulkan: kembali seperti semula - memaafkan - sembuh.

Hanya satu yang jelas, sejak dulu: apapun yang terjadi, sebagaimanapun tersakitinya sang hati, bukan masalah besar jika nur-Nya yang menjaga tak terkotori apapun jua. Nah, siapa manusia yang sanggup mendekati kesempurnaan itu?

kesimpulannya: Untuk siapapun pemilik hati-hati yang tersakiti dan menyesal kerana telanjur menyakiti, semoga ingat untuk kembali pada keadaan tersucinya...yang hanya terisi oleh sifat-sifat Penciptanya.